Jumat, 28 November 2014

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula

Halo sobat, setelah sekian lama tidak bersua, tim usahaternak mencoba untuk kembali menyapa sobat ternak semua melalui informasi singkat yang semoga berguna bagi semua penghobi ternak. Artikel kali ini mengenai panduan usaha budidaya lele praktis agar sobat sekalian tidak bingung ketika akan memulai bisnis lele. Sebelumnya memang banyak sekali pertanyaan yang masuk pada kami mengenai bisnis lele ini, mengingat trending bisnis ikan lele tidak pernah pasang surut, dan peminatnya bisnis ini semakin tahun ke tahun semakin meningkat yang tidak lain dipengaruhi meningkatnya konsumen ikan lele, baik untuk konsumsi, usaha pemancingan lele, maupun dijual di pasaran. Selain beberapa faktor tersebut, bisnis lele memang dikenal mudah untuk dilakukan dan dengan biaya yang cukup murah sehingga bisa dibilang cukup cerah prospeknya. Namun, pada prakteknya tidak banyak yang tahu dan cukup jeli untuk melihat peluang usaha budidaya dalam bisnis ternak ikan lele.
Di sisi lain banyak juga pihak yang beranggapan bahwa bisnis budidaya lele termasuk kategori sulit dikarenakan sulit mengadaptasikan bibit lele dengan lingkungan dan cuaca sehingga bibit yang ditebar banyak yang mati. Sudah saatnya kita melupakan ketakutan akan hal tersebut, karena untuk melakukan sebuah bisnis ternak kita harus berani ambil resiko dan terus berinovasi bagaimana bibit lele yang ditebar bisa tetap bertahan dan jumlahnya juga tetap. Sebelum memulai pertama persiapkan niat dan selalu berpikir positif bahwa usaha ternak lele ini selain sebagai bisnis juga sebagai hobi sehingga kita bisa selalu melakukan segala halnya dengan senang tanpa perlu susah. Baiklah tanpa berlama-lama, akan kami berikan panduan lengkap usaha ternak lele step-by-step dari mana memulai hingga pemanennya, agar sobat ternak dapat mengikuti secara berurutan tanpa perlu kebingungan dalam praktek bisnis lelenya.

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - Usahaternak
Bisnis ikan lele tidak pernah kehabisan peminat

Persiapan Kolam Budidaya Lele

Tahapan paling awal sebelum memulai bisnis usaha budidaya lele, sejenak sobat harus memikirkan masalah tempat untuk budidaya dan ternak lele. Paling tidak yang harus sobat sediakan adalah lahan/tanah kosong yang nantinya akan dibangun kolam lele. Sebetulnya di dalam ternak budidaya ikan lele ada berbagai macam jenis kolam yang bisa diaplikasikan antara lain cara ternak lele dengan kolam tanah, ternak lele kolam semen, ternak lele kolam terpal, keramba, dan sebagainya. Setiap tipe kolam pasti memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, namun dengan melihat kondisi lingkungan, dana, dan lahan kita bisa menentukan alternatif kolam yang paling cocok untuk bisnis ikan lele.
Jika memiliki lahan yang cukup luas alangkah baiknya jika menggunakan tipe budidaya dengan kolam tanah, karena selain lebih banyak diterapkan oleh para pembudidaya ikan lele pada umumnya, kolam tanah juga lebih baik dalam membentuk ekosistem kolam yang mature dan penuh nutrisi organik yang diperlukan ikan lele untuk perkembangannya. Karena idealnya media kolam untuk ternak ikan lele paling tidak harus memiliki konstruksi yang sesuai, mempunyai sumber daya dan kualitas air yang baik, dan mempunyai siklus ekosistem yang baik. Untuk ukuran kolam tanah dan kapasitas ideal agar usaha budidaya lele bisa maksimal antara lain:

- Kolam dianjurkan memiliki kedalaman sekitar 1-1.5 meter agar cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar kolam untuk perkembangan bakteri di dasar kolam.
- Untuk ukuran kolam bisa dibuat 2x4 meter, 3x4 meter, atau 3x5 meter tergantung ketersediaan lahan dengan mempertimbangkan jumlah bibitan lele yang akan ditebar.
- Idealnya tingkat kepadatan bibit untuk kemudahan perawatan bibit lele per meter persegi (m2) nya adalah 200-400 ekor, jadi pertimbangkan lebih dahulu jumlah total bibit yang akan disebar.

Cara Ternak Sapi Potong

Cara Ternak Sapi Potong

1. Pemilihan jenis sapi

Dalam beternak sapi sebaiknya Anda harus memilih jenis sapi apa yang cocok untuk diternakkan di daerah lokasi Anda. Beberapa contoh sapi lokal yang terdapat pada provinsi banten secara umum bisa digunakan sebagai usaha penggemukan sapi. Namun tidak semua jenis sapi bisa untuk dijadikan usaha penggemukan, ada beberapa faktor yang harus anda perhatikan dalam memilih jenis sapi diantaranya adalah jumlah populasi dari sapi, pertambahan jumlah populasi tapi setiap tahunnya, penyebaran, produksi karkas, serta efisiensi penggunaan pakan sapi.
Jenis-jenis sapi potong yang biasa ditemukan di indonesia berasal dari sapi lokal dan sapi impor. Sapi-sapi tersebut masing-masing memiliki sifat genetik yang khas dan bisa dilihat dari bentuk fisiknya maupun dari proses laju pertumbuhannya. Sapi-sapi lokal yang sering dijadikan sumber daging yaitu sapi ongole, sapi PO (peranakan ongole), sapi bali,dan sapi madura. Ada juga sapi aceh yang sering di ekspor ke Pinang Malaysia.
Namun dari beberapa jenis sapi lokal yang ada di indonesia, yang paling populer yaitu sapi PO, sapi bali, sapi madura dan sapi brahman. Jenis sapi bali memiliki bobot mencapai 300-400 kilogram dan prosentase karkas sebesar 56,9 %. Sedangkan sapi brahman memiliki ciri-ciri persentase karkas dan 45 %. Sapi brahman mempunyai keistimewaan dia tidak terlalu selektif dalam memilih pakan, makanan apapun dia mau makan. Sapi potong jenis ini juga memiliki kelebihan kebal gigitan caplak, nyamuk dan tahan terhadap cuaca panas.

2. Persyaratan Kandang Sapi Potong

Lokasi paling ideal untuk penempatan kandang sapi potong yaitu jauh dari pemukiman penduduk, jarak minimal lokasi kandang dan rumah tinggal sekitar 10 meter. Usahakan lokasi kandang dekat dengan lahan pertanian dan mudah diakses menggunakan kendaraan. Selain itu sebaiknya sinar matahari bisa langsung masuk ke pelataran kandang untuk menjaga kondisi kelembapan kandang.

3. Persiapan Sarana dan Peralatan

Jenis kandang memiliki dua tipe yaitu bentuk ganda dan tunggal, disesuaikan dengan jumlah sapi yang dipelihara. Kandang tipe tunggal posisi penempatan sapi dibuat satu baris atau satu jajar, sedangkan untuk tipe kandang ganda penempatan sapi dibuat dua jajar bisa saling berhadapan maupun bertolak belakang. Pada umumnya dibuat ganda, karena di antara kedua jajaran bisa dibuat jalan.
Usahakan lantai kandang tetap bersih dan tidak lembab untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Lantai kandang bisa dibuat dari semen atau tanah yang padat, yang penting lantainya mudah jika mau dibersihkan dari kotoran-kotoran sapi. Gunakan jerami kering sebagai alas supaya kandang menjadi lebih hangat. Cucilah bagian kandang dan peralatan yang sudah dipakai dengan larutan desinfektan untuk mencegah jamur dan tumbuhnya penyakit.
  • Ukuran kandang yang ideal untuk satu ekor jantan dewasa yaitu 1,5 x 2 meter atau 2,5 x 2 meter
  • Ukuran kandang yang ideal untuk satu ekor betina dewasa yaitu 1,8 x 2 meter
  • Ukuran kandang yang ideal untuk satu ekor anak sapi yaitu 1,5 x 1 meter

 4. Pembibitan

Persyaratan ternak sapi potong yang perlu Anda perhatikan sebagai berikut :
  • Memiliki tanda telinga, dalam artian anak sapi (pedet) sudah terdaftar dan jelas silsilahnya
  • Matanya terlihat bersih dan cerah
  • Tidak ada yang terganggu pernafasannya dan hidungnya tidak mengeluarkan lendir
  • Ketika diraba kukunya tidak berasa panas
  • Kulit dan bulunya bersih tidak terjangkit parasit merugikan
  • Perhatikan bagian ekor dan duburnya, apakah ada tanda-tanda mencret?
  • Tidak ditemukan kerusakan pda kulit dan bulu rontok

5. Pemeliharaan

Sapi membutuhkan pakan yang sehat dan seimbang, setiap harinya sapi membutuhkan pakan sekitar 10% dari bobot badannya serta ditambah dengan pakan tambahan sekitar 1-2% dari bobot badan. Pakan tambahan berupa bekatul atau dedak halus, ampas tahu, gaplek, bungkil kelapa yang diberikan bersamaan dengan pakan rumput. Selain itu, Anda bisa menambahkan larutan mineral berupa garam dapur dan kapus. Campuran pakan sapi dengan jumlah dan takaran tertentu biasa disebut ransum.

Cara Ternak Sapi Potong

1. Pemilihan jenis sapi

Dalam beternak sapi sebaiknya Anda harus memilih jenis sapi apa yang cocok untuk diternakkan di daerah lokasi Anda. Beberapa contoh sapi lokal yang terdapat pada provinsi banten secara umum bisa digunakan sebagai usaha penggemukan sapi. Namun tidak semua jenis sapi bisa untuk dijadikan usaha penggemukan, ada beberapa faktor yang harus anda perhatikan dalam memilih jenis sapi diantaranya adalah jumlah populasi dari sapi, pertambahan jumlah populasi tapi setiap tahunnya, penyebaran, produksi karkas, serta efisiensi penggunaan pakan sapi.
Jenis-jenis sapi potong yang biasa ditemukan di indonesia berasal dari sapi lokal dan sapi impor. Sapi-sapi tersebut masing-masing memiliki sifat genetik yang khas dan bisa dilihat dari bentuk fisiknya maupun dari proses laju pertumbuhannya. Sapi-sapi lokal yang sering dijadikan sumber daging yaitu sapi ongole, sapi PO (peranakan ongole), sapi bali,dan sapi madura. Ada juga sapi aceh yang sering di ekspor ke Pinang Malaysia.
Namun dari beberapa jenis sapi lokal yang ada di indonesia, yang paling populer yaitu sapi PO, sapi bali, sapi madura dan sapi brahman. Jenis sapi bali memiliki bobot mencapai 300-400 kilogram dan prosentase karkas sebesar 56,9 %. Sedangkan sapi brahman memiliki ciri-ciri persentase karkas dan 45 %. Sapi brahman mempunyai keistimewaan dia tidak terlalu selektif dalam memilih pakan, makanan apapun dia mau makan. Sapi potong jenis ini juga memiliki kelebihan kebal gigitan caplak, nyamuk dan tahan terhadap cuaca panas.

2. Persyaratan Kandang Sapi Potong

Lokasi paling ideal untuk penempatan kandang sapi potong yaitu jauh dari pemukiman penduduk, jarak minimal lokasi kandang dan rumah tinggal sekitar 10 meter. Usahakan lokasi kandang dekat dengan lahan pertanian dan mudah diakses menggunakan kendaraan. Selain itu sebaiknya sinar matahari bisa langsung masuk ke pelataran kandang untuk menjaga kondisi kelembapan kandang.

3. Persiapan Sarana dan Peralatan

Jenis kandang memiliki dua tipe yaitu bentuk ganda dan tunggal, disesuaikan dengan jumlah sapi yang dipelihara. Kandang tipe tunggal posisi penempatan sapi dibuat satu baris atau satu jajar, sedangkan untuk tipe kandang ganda penempatan sapi dibuat dua jajar bisa saling berhadapan maupun bertolak belakang. Pada umumnya dibuat ganda, karena di antara kedua jajaran bisa dibuat jalan.
Usahakan lantai kandang tetap bersih dan tidak lembab untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Lantai kandang bisa dibuat dari semen atau tanah yang padat, yang penting lantainya mudah jika mau dibersihkan dari kotoran-kotoran sapi. Gunakan jerami kering sebagai alas supaya kandang menjadi lebih hangat. Cucilah bagian kandang dan peralatan yang sudah dipakai dengan larutan desinfektan untuk mencegah jamur dan tumbuhnya penyakit.
  • Ukuran kandang yang ideal untuk satu ekor jantan dewasa yaitu 1,5 x 2 meter atau 2,5 x 2 meter
  • Ukuran kandang yang ideal untuk satu ekor betina dewasa yaitu 1,8 x 2 meter
  • Ukuran kandang yang ideal untuk satu ekor anak sapi yaitu 1,5 x 1 meter

 4. Pembibitan

Persyaratan ternak sapi potong yang perlu Anda perhatikan sebagai berikut :
  • Memiliki tanda telinga, dalam artian anak sapi (pedet) sudah terdaftar dan jelas silsilahnya
  • Matanya terlihat bersih dan cerah
  • Tidak ada yang terganggu pernafasannya dan hidungnya tidak mengeluarkan lendir
  • Ketika diraba kukunya tidak berasa panas
  • Kulit dan bulunya bersih tidak terjangkit parasit merugikan
  • Perhatikan bagian ekor dan duburnya, apakah ada tanda-tanda mencret?
  • Tidak ditemukan kerusakan pda kulit dan bulu rontok

5. Pemeliharaan

Sapi membutuhkan pakan yang sehat dan seimbang, setiap harinya sapi membutuhkan pakan sekitar 10% dari bobot badannya serta ditambah dengan pakan tambahan sekitar 1-2% dari bobot badan. Pakan tambahan berupa bekatul atau dedak halus, ampas tahu, gaplek, bungkil kelapa yang diberikan bersamaan dengan pakan rumput. Selain itu, Anda bisa menambahkan larutan mineral berupa garam dapur dan kapus. Campuran pakan sapi dengan jumlah dan takaran tertentu biasa disebut ransum.